Hasil Pansus Delapan RAPERDA DPRD Kabupaten Sampang

Hasil Pansus Delapan RAPERDA DPRD Kabupaten Sampang

Busermetropolis.com Sampang – DPRD Kabupaten Sampang Gelar Rapat Paripurna penyampaian nota penjelasan Bupati tentang 6 raperda dan 2 raperda usulan oleh pengusul serta pengumuman nama anggota pansus, Kamis (4/7/2019).

Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat mengatakan bahwa perampungan delapan Raperda Kabupaten Sampang tersebut dinilai menjadi kebutuhan untuk memaksimalkan roda pemerintahan, terlebih Raperda usulan tersebut merupakan Raperda yang telah diajukan dalam Propamperda dalam skala prioritas dalam regulasi pemerintah di Kabupaten Sampang.

Pada Prinsipnya Tentang peraturan daerah yang telah diajukan dalam program pembentukan peraturan daerah tahun 2019 berdasarkan skala prioritas regulasi yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. “Pada prinsipnya hasil pembahasan bersama antara legislatif dan eksekutif merupakan amanat untuk diakomodir dalam penyempurnaan rancangan peraturan daerah sesuai hasil fasilitasi Gubernur Jawa Timur,” lugas beliau sampaikan.

Anggota DPRD Kabupaten Sampang Agus Husnul Yakin mengatakan bahwa delapan Raperda tersebut antara lain Raperda tentang rencana detail tata ruang dan bagian zonasi wilayah perkotaan.

Kedua, tentang perubahan ketiga atas Perda nomor 8 tahun 2008 tentang Pembentukan PT Geliat Sampang Mandiri (GSM). Ketiga tentang perubahan kedua atas Perdar 1 tahun 2015 tentang pedoman, pencalonan, pengangkatan dan pelantikan kepala desa.

Sementara itu, mewakili pansus dalam penyampaian 2 raperda susulan politisi dari partai PPP Amin Arif Tirtana menyampaikan, dari raperda susulan tersebut ada yang menarik yakni tentang Sampang Kabupaten seribu pesantren.

“Secara filosofi kelahiran pesantren ditengah – tengah masyarakat sama halnya dengan filosofi terbentuknya pasar sebagai tempat jual beli, antara pembeli dan penjual tidak dapat begitu saja dipaksa untuk menempati pasar tertentu, interaksi antara pejual dan pembelilah yang menciptakan tempat yang kemudian disebut pasar.” beliau sampaikan. (Red)

Author: Admin BMN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *